Oleh-oleh Dari Makam Sunan Gunung Jati

04-Jul-2014
Sesudah meninggal dunia, Sunan Gunung Jati dimakamkan di bukit kecil bernama Gunung Sembung. Kompleks makam ini ada di lintasan Jalan Cirebon - Indramayu, lebih kurang berjarak 4 km dari pusat Kota Cirebon ke arah utara, tepatnya di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Propinsi Jawa Barat. Di kompleks itu pula dimakamkan keturunan keraton Kanoman serta Kasepuhan Cirebon.

Selaku satu diantara anggota Walisongo penyebar Islam, makam Gunung Jati senantiasa dipadati peziarah dari beragam daerah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, serta umat Islam dari luar negeri. Juga di satu segi ruang, komplek makam ini pula disiapkan ruang untuk ziarah umat agama lain.

Pada waktu survey jalur mudik akhir Juli lalu, merdeka. com menyempatkan diri bertandang kesana. Lokasi makam memanglah ada diatas perbukitan yang dikelilingi ruang perkampungan warga. Anda yang sempat bertandang kesana pasti tahu komplek pemakaman yang dikelola oleh keluarga Keraton Cirebon. Lokasi ini menarik dikunjungi apabila mudik Lebaran Anda tahun ini melalui jalur Pantura.

Sebatas melepas capek, sembari kembali kenang histori perjuangan ulama besar penyebar Islam di Pulau Jawa. Masuk ruang pemakaman dari jalan utama, bakal didapati barisan beberapa toko penjual bermacam rupa keperluan ziarah, seperti kembang tujuh rupa serta kemenyan.

Di samping itu, umumnya dari beberapa toko itu pula jual bermacam perlengkapan serta peralatan beribadah, dimulai dari sarung, peci, pakaian koko, mukena, tasbih, sampai kitab suci Alquran serta beragam kitab maupun buku-buku keagamaan yang lain. Menaikkan semarak, di banyak toko pula menjual beberapa barang khas Cirebon, seperti kujang, bermacam kaos, kain batik, juga senjata tajam seumpama kujang serta keris.

Bila bakal masuk ruang pemakaman, peziarah bakal melalui gerbang gapuro utama yang tersusun dari tatanan batu bata merah yang berdiri tambun serta anggun. Jitu di belakang gapuro inilah berjejeran kaum peminta sedekah yang membawa wadah penampung duit sumbangan, seperti kotak amal, sampai panci baskom dari tembaga.

Pengelola makam ditunjuk dari Keraton Cirebon. Menurut Sanusi, satu diantara pengelola makam, keraton mempunyai orang sendiri untuk melindungi makam Sunan sebagai satu dengan makam komplek Sultan Cirebon, itu. Pemerintah sediakan parkir dibawah. Namun bila yang mengelola makam terus abdi dalam keraton.

Semacam oleh-oleh untuk peziarah dari pengelola makam, abdi dalam ini sediakan tiga tipe azimat untuk kaum peziarah. Pertama bungkusan padi, wangi-wangian, serta gumpalan tanah keramat sebesar biji salak. Fungsinya beberapa macam. Biji padi itu diakui memiliki kandungan barokah, apabila digabung dengan biji padi dirumah, lalu di tanam di sawah, maka akhirnya akan berlimpah.

Sesaat wangi-wangian memiliki kandungan barokah semacam daya pikat. Apabila di oleskan di pelipis wanita, maka dia bakal terlihat menawan. Apabila di oleskan pada pelipis pria, dia terlihat rupawan. Minyak ini diakui semacam azimat pelaris. Apabila anda penjual wanita, minyak di oleskan di pelipis kanan kiri, maka dagangan anda akan ramai konsumen yang terpikat dengan aura positif yang terpancar dari muka anda. Barokah itu pula berlaku untuk penjual pria. Itu yang dipercaya oleh penjualnya. Benar tidaknya, terserah kepercayaan Anda.

Lalu apa manfaat gumpalan tanah keramat? Tanah ini di ambil dari Bumi Cirebon yang telah di beri asma spesifik. Barokahnya dapat mengobati penyakit perut serta semacam tolak balak dirumah, terhitung penangkal serangan makhluk halus atau jin jahat. Untuk obat, tanah cukup digabung dengan air, lalu diminum. Bila untuk tolak balak serta serangan Jin, tanah cukup di taruh di pekarangan angker.
 
Syarif Hidayatullah atau di kenal semacam Sunan Gunung Jati, satu diantara anggota dewan ulama atau lebih di kenal Walisongo semacam penyebar agama Islam di pulau Jawa pada era ke-14 silam. Ia ialah putra dari Nyai Rara Santang, salah seseorang putri Maharaja Prabu Siliwangi dari satu diantara istrinya, Nyai Subang Larang.

Ayahnya bernama Syekh Maulana Akbar yang datang dari Negeri Gujarat di India Selatan. Karena, ia ialah satu diantara cucu dari raja paling besar Pajajaran. Sunan Gunung Jati di kenal semacam hanya satu anggota Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di bumi Pasundan atau lokasi Jawa Barat.

Sepeninggal Prabu Siliwangi, kerajaan Pajajaran alami kemunduran serta terpecah iris. Satu diantara putranya, Raden Walangsungsang, memisahkan diri dari Pajajaran, lalu membangun Keraton Cirebon dengan gelar Prabu Cakrabuana. Sayang, Walangsungsang tak mempunyai putra semacam pewaris tahta.

Maka, ketika Syarif Hidayatullah dewasa, serta kembali dari pengembaraan di Tanah Suci Mekkah, ia lalu dinikahkan dengan saudara sepupunya yang bernama Dewi Pakungwati. Nantinya Syarif Hidayatullah menukar tahta uwaknya serta bangun Keraton Pakungwati yang saat ini di kenal semacam Keraton Kasepuhan Cirebon.

Bagaimana, Anda tertarik kesana? Jika Anda mau kesana, jangan bingung dengan alat transportasinya sebab Anda bisa menyewa mobil di sewa mobil cirebon "Happy Car Rental". Dengan layanan prima "Happy Car Rental siap menjamin kenyamanan dan keselamatan Anda selama berwisata di Cirebon.
« kembali
Artikel/Berita Lainnya:

Armada Kami

Avanza
  • AC Double blower dan Audio
  • Kapasitas 5-6 Orang
  • Belum termasuk BBM
  • Termasuk supir
  • Harga dapat dinegosiasikan
Kijang Innova
  • AC Double blower dan Audio
  • Kapasitas 5-6 Orang
  • Belum termasuk BBM
  • Termasuk supir
  • Harga dapat dinegosiasikan
Toyota Hiace
  • AC Double blower dan Audio
  • Kapasitas 15 Orang
  • Belum termasuk BBM
  • Termasuk supir
  • Harga dapat dinegosiasikan
Isuzu Elf
  • AC Ducting dan Audio
  • Kapasitas 13-14 Orang
  • Belum termasuk BBM
  • Termasuk supir
  • Harga dapat dinegosiasikan

PT. Budhi Surya Sejahtera - Pondok Avicenna,
Jl. Taman Pemuda No. 2 Cirebon

08156407913 / 081298476511 082120982211
Bagikan
Copyright © SewaMobilCirebon.co.id 2017
All rights reserved
eXTReMe Tracker